Mungkin pernah diantara kita berobat ke rumah sakit dan menunggu di
ruang tunggu untuk menunggu panggilan sesuai urutan nomer antrian.
Banyak, selain kita, pasien yang mengeluh atas rasa sakitnya, ada yang
mulutnya manyun karena gigi nya sakit, ada yang lemes karena
sudah 6 hari sakit bisulnya tidak kunjung sembuh, ada yang tidak
bergairah karena sudah 1 minggu tidak bisa tidur nyenyak, intinya
diruangan itu semua bermuka muram, kusam, lesu, letih, lemah, tidak ada
gairah sama sekali. Mungkin sebagian dari kita pernah ada yang
mengalami, ketika ada seorang ibu menggendong bayinya dan duduk
disebelah orang yang sedang sakit gigi untuk mengantri, bayi tersebut
kemudian tersenyum kepada laki-laki itu, senyuman bayi yang ikhlas,
yang lepas, yang lebar, yang indah dan kira-kira apa yang dilakukan
oleh lelaki yang sedang menahan sakit giginya itu? Benar, dia membalas
senyuman si bayi tadi, walaupun dengan menahan rasa sakit giginya yang
luar biasa.
Kisah ini bisa kita tarik ibroh yaitu tentang kekuatan senyuman.
Bagaimana senyuman yang tulus & ikhlas yang keluar dari hati yang
lapang akan memberikan feedback yang luar biasa, yaitu timbul
sifat keakraban, kekeluargaan bahkan seorang bayi bisa memberikan
kehangatan kepada seluruh pasien di ruang tunggu hanya karena tersenyum
kepada mereka. Lebih baik kita tersenyum daripada merengut. Buatlah
suasana hati kita supaya bisa selalu tersenyum. Nyanyikan lagu-lagu
yang membuat kita bisa tersenyum lepas, membaca hal-hal yang lucu atau
mengobrol dengan teman-teman seputar hal yang menyenangkan.
Mulai hari ini marilah kita menarik dagu kita, menegakkan kepala
kita, dan buatlah senyuman terindah yang kita punya supaya memberikan
efek positif kepada lingkungan, dan juga dengan senyuman maka kehidupan
akan berjalan harmonis, orang-orang yang mempunyai banyak masalah akan
cepat riang ketika kita memberikan senyuman hangat yang tulus
kepadanya. Hilangkan pikiran takut, takut kalau orang yang kita berikan
senyuman salah sangka kepada kita. Tebarlah senyuman kepada orang-orang
yang kita cintai dan sayangi.
Orang-orang sukses bukan orang-orang yang sibuk memikirkan dunia
ini, tetapi mereka yang sibuk melepas senyuman mereka kepada
orang-orang yang mereka temui, dan orang pandai pastinya tidak perlu
merengutkan dahi ketika terjadi masalah, cukup dengan tersenyum
insyaAllah masalah akan selesai karena dia tahu apa yang harus
dilakukan. Terkadang manusia suka membesar-besarkan masalah yang tidak
seharusnya dibesarkan, proporsionalkanlah, jangan membuat masalah besar
menjadi kecil dan sebaliknya, membuat masalah kecil menjadi besar.
Tetapi seberapa besar masalah yang kita hadapi tetaplah tersenyum
karena Innallahu ma’ana (Allah bersama kita), jadi tidak ada
yang perlu dicemaskan bukan? Dengan tersenyum akan membuka pikiran yang
buntu, akan membuka hati yang gundah, akan menyegarkan wajah yang
muram, akan menguatkan langkah kaki yang bingung mau melangkah kemana.
Tersenyumlah saudara-saudaraku, seandainya dunia ini tidak memiiki
bahasa maka cukup dengan tersenyum saja dunia ini akan indah, seperti
bayi yang berada di ruang tunggu.
Categories:
kepribadian



