Dibuat oleh: Kery Bayu S,Modifikasi terakhir pada Thu 05 of Jan, 2012 [02:59 UTC]
Abstrak
LBP (low back pain/nyeri pinggang bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis, dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi, namun di sebagian besar kasus, diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. nyeri punggung bawah atau low back pain sendiri adalah apabila rasa nyeri berada di daerah belakang tubuh mulai batas iga ke bawah sampai daerah pinggul dan mencakup juga keluhan yang menjalar ke tungkai dan kaki. Nyeri pinggang dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan, istirahat danmodalitas. Pemberian obat anti inflamasi non steroid (OAINS) diperlukan untukjangka waktu pendek
Seorang laki-laki umur 67 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang bagian kanan yang menjalar sampai kekakinya. Keluhan ini dirasakan dari 5 bulan yang lalu dan sudah pernah berobat ke dokter spesialis tulang (orthopedi) dan dirontgen didapatkan adanya perkapuran. Pasien diberikan obat. Pasien merasa lebih baik. 2 bulan sebelum masuk rumah sakit nyeri pinggangnya kambuh dan pasien kembali berobat lagi, selama itu pasien belum merasakan lebih baik dan akhirnya memutuskan datang berobat ke poli syaraf, kemudian dianjurkan mengikuti fisioterapi.
Kata kunci: LBP, nyeri pinggang kanan, fisioterapi
Kasus
Seorang laki-laki umur 67 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang bagian kanan yang menjalar sampai kekakinya. Keluhan ini dirasakan dari 5 bulan yang lalu dan sudah pernah berobat ke dokter spesialis tulang (orthopedi) dan dirontgen didapatkan adanya perkapuran. Pasien diberikan obat. Pasien merasa lebih baik. 2 bulan sebelum masuk rumah sakit nyeri pinggangnya kambuh dan pasien kembali berobat lagi, selama itu pasien belum merasakan lebih baik dan akhirnya memutuskan datang berobat ke poli syaraf, kemudian dianjurkan mengikuti fisioterapi.
Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum dan kesadaran baik. Vital sign TD 140/90, suhu afebris, RR 20x/menit, N 88x/menit, VAS 5-7. Status neurologis dalam batas normal, gerakan dan kekuatan otot (5/5), refleks fisiologis superior/inferior (+)/(+), refleks patologis superior/inferior (-)/(-), tes patrick (+), tes kontra patrick (+).
Diagnosis
Diagnosis Klinis : Nyeri pinggang yang menjalar ke kaki kanan (LBP)
Diagnosis Topik : Radix spinal nerve segmen lumbalis
Diagnosis Etiologi : Spondilolisthesis
Terapi
Non farmakologi :
1. Dilanjutkan fisioterapi + pasang korset pada kaki
2. Kurangi mengangkat beban yang berat
3. Olah raga seperti berjalan kaki, jogging.
Farmakologi
1. Meloxicam 7,5 mg 2 x 1
2. Kalmeco 500 mg 2 x 1
Diskusi
LBP (low back pain/nyeri punggung bawah) adalah suatu gejala dan bukan suatu diagnosis, dimana pada beberapa kasus gejalanya sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi, namun di sebagian besar kasus, diagnosis tidak pasti dan berlangsung lama. nyeri punggung bawah atau low back pain sendiri adalah apabila rasa nyeri berada di daerah belakang tubuh mulai batas iga ke bawah sampai daerah pinggul dan mencakup juga keluhan yang menjalar ke tungkai dan kaki.
Penyebab low back pain ini sangat bervariasi, secara praktik biasanya digunakan pembagian secara anatomi tubuh (Macnab, 1978), yaitu :
· Vasculogenic (kelainan pembuluh darah)
· Neurogenic (kelainan pada saraf)
· Psychogenic (kelainan pada psikis atau kejiwaan)
· Spondilogenic (kelainan pada tulang belakang)
· Viscerogenic (kelainan selaput pembungkus organ tubuh)
Namun bila etiologi hendak dikhususkan berdasarkan keluhan pada punggung bawah akibat dari sikap tubuh yang salah dan kelemahan atau pemendekan dari otot-otot penegak punggung bawah, maka didapatkan beberapa etiologi yaitu spasme otot, ketegengan otot, defisiensi otot, otot hipersensitif.
Umumnya, penderita low back pain akan datang ke dokter atau rumah sakit dengan keluhan, sebagai berikut :
1) Nyeri dan kaku di bagian bawah punggung, dan bisa disertai dengan nyeri di bokong, pinggul, dan paha
2) Demam yang disertai nyeri punggung
3) Nyeri akan memburuk saat penderita berbaring atau beristirahat. Dan mungkin rasa nyeri akan membangunkannya dari tidur pada waktu malam hari
4) Kelemahan atau kesemutan pada bokong, paha, kaki, dan pinggul;
5) Bermasalah saat buang air kecil .
Pemilihan terapi farmakologik tergantung pada berat ringannya nyeri dan mekanisme yang mendasari nyeri. Analgetik maupun OAINS dapat digunakan untuk nyeri inflamasi. Spasme otot yang sering terlihat pada penderita low back pain dapat diberikan muscle relaxant. Pasien nyeri neuropatik dapat diberikan antidepresan dan antikonvulsan.
Menurut NIAMS (2006), berikut ini adalah jenis-jenis utama pengobatan yang digunakan untuk terapi low back pain :
1) Obat analgesik, seperti asetaminofen dan aspirin.
2) NSAIDS, berfungsi untuk mengurangi nyeri, seperti ibuprofen, ketoprofen, dan naproksen.
3) Obat analgesik topikal, contohnya : krim dan salep, untuk dioleskan pada daerah kulit yang terasa nyeri.
4) Muscle relaxants dan beberapa jenis antidepresan pernah diresepkan untuk penderita low back pain kronik
Terapi non farmakologi yaitu berolahraga (exercixe) seperti berjalan kaki, water walking, berenang. Sebelum berolahraga sebaiknya dilakukan pemanasan. Selain itu dilakukan perubahan gaya hidup/ life style yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti iakn dan sayuran hijau tua yang kaya akan kalsium, fosfor dan vitamin C. Dan juga untuk menghindari gangguan nyeri punggung, sikap tubuh sangat menentukan. Jadi biasakanlah duduk, berdiri atau berjalan dalam posisi tegak.
Problematika fisioterapi pada penderita low back pain adalah nyeri pada daerah pinggang dan bokong, keterbatasan gerak punggung, serta gangguan aktivitas sehari-hari. Tujuan dari terapi ini sendiri adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan fungsional penderita seoptimal mungkin, serta menormalkan gerakan tulang belakang dan memperbaiki sikap tubuh (Suharto, 2005). Dengan terapi fisik sangat membantu penderita mengatasi rasa nyeri. Dan apabila penderita juga menjalani terapi medikamentosa, penggunaan obat dapat dibatasi sehingga efek samping obat yang diharapkan dapat dikurangi.
Menurut Wikipedia (2007), beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan fisioterapi, adalah :
1) Nyeri punggung dan nyeri leher;
2) Penyakit spinal dan sendi, seperti arthritis;
3) Masalah biomekanikal dan pengendalian otot;
4) Cerebral palsy dan spina bifida;
5) Penyakit jantung dan paru-paru, seperti PPOK dan atelektasis;
6) Cedera akibat aktivitas berolahraga;
7) Sakit kepala (Servikogenik dan tension headache);
8) Penyakit neurologik, seperti stroke dan multiple sclerosis.
Referensi
1. Sadeli HA, Tjahjono B. Nyeri punggung bawah. Dalam: Nyeri Neuropatik, patofisioloogi dan penatalaksanaan. Editor: Meliala L, Suryamiharja A, Purba JS, Sadeli HA. Perdossi, 2001:145-167.
2. Vookshoor A, Spondilolisthesis, spondilosis and spondilysis Dalam: www.eMedicine.com. Diakses Tanggal 10 Juni 2007
3. Wheeler AH, Stubbart JR. Pathophysiology of Chronic Back Pain. (Cited Jan 2004) Available from: URL http://www.emedicine.com/neuro/topic516.htm .
4. Sidharta P. Anamnesa kasus nyeri di ekstermitas dan pinggang. Sakit pinggang. In: Tata pemeriksaan klinis dalam neurologi. Jakarta : Pustaka universitas, 1980: 64-75.
5. Fieldman DE, Rossignol M, Shrier I, Abenheim L. Smoking a risk factor for development of low back pain in adolescents. Spine 1999: 24; 2492.
6. Feske SK, Greenberg SA. Degenerative and compressive structural disorders. In: Textbook of Clinical Neurology. 2nd Ed., Ed. Goetz CG. Philadelphia: Saunders 2003; 583-600.
Penulis: Kery Bayu Santoso. Bagian Ilmu Penyakit Syaraf. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Categories:
ilmu



